Senin, 20 April 2015

KESEMBUHAN KIKI, KEBAHAGIAAN KITA.



(BULETIN KAMPUNG KITA, Tambun Rengas) Ahmad Riski, bocah berusia 12 tahun warga Tambun Selatan RT 08 RW 08 Cakung Jakarta Timur ini tampak lemas setelah menjalani fisioterapi di Rumah Sakit Khusus Kanker Dharmais, Jakarta bersama ibunya, Maryani.Riski merupakan 1 dari sekian anak-anak indonesia yang saat ini tengah berjuang melawan penyakit yang sedang di deritanya.

Menurut diagnosa Dokter, Riski menderita Histosiosis X, penyakit yang di sebabkan oleh berkembang biaknya sel-sel pembersih yang disebut Histiosit dan sel sistem kekebalan lainnya yang disebut Eosinofil secara abnormal, terutama di tulang dan paru-paru. Tak jarang sel pembersih ini juga menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Jenis Histosiosis X yang di derita Kiki termasuk kasus yang jarang di temukan, jenis Histosiosis X nya adalah Hand-Schuller-Christian, pada jenis ini organ yang terkena adalah kelenjar Hipofisa yang bisa menyebabkan penonjolan mata (Baca : eksoftalmos) . Orang tua Kiki, Maryani ( 38 Thn) dan Aman (39 thn) mulanya tidak menyangka kalau kiki menderita penyakit ini.

Awalnya saat kiki berusia tiga tahun,  Kiki hanya merasakan demam karna ada benjolan di bawah matanya, tapi setelah 3 bulan benjolan yang saya kira adalah bisul itu tidak kunjung pecah dan sembuh

ungkap Maryani kepada Buletin Kampung Kita, (11/02/2015) di rumahnya.



 Setelah 3 bulan benjolan dan kemerahan di mata Kiki tak kunjung sembuh, keluarga membawa Kiki untuk berobat ke klinik, di klinik Kiki di beri obat penghilang demam dan tetes mata. Ketika itu demam Kiki hilang tetapi benjolan dan kemerahan di mata Kiki tak kunjung hilang sampai Kiki berusia 4 tahun. Setelah sekian lama barulah keluarga membawa Kiki untuk memeriksakan matanya di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Setelah dilakukan CT Scan dan Biopsi dokter menyatakan kalau Kiki menderita Histosiosis X.

Sampai dengan saat ini Kiki masih melakukan pengobatan, benjolan-benjolan di bawah matanya kini sudah hilang, namun satu mata Kiki sebelah kiri mengalami kebutaan, karna Kiki telah melakukan operasi pengangkatan bola mata. Kiki saat ini juga masih terus melakukan Cemoteraphy untuk mencegah sel-sel kanker menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Biaya yang di keluarkan oleh orang tua Kiki hingga saat ini tidaklah sedikit. Dalam membiayai pengobatan, selama ini keluarga Kiki hanya mengandalkan tanggungan dari asuransi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan), ayah Kiki yang bekerja sebagai tukang ojek hanya berharap akan ada pihak-pihak yang dapat membantu untuk meringankan biaya pengobatan Kiki sehingga Kiki bisa sembuh seperti sediakala.(SR)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar